Biasa disingkat LDR alias hubungan jarak jauh alias pacaran jarak jauh alias pacar jauh.
Ngga cuma satu-dua orang temen gw yang ngejalanin hubungan kaya gini. Banyak! Banyaaak!!
Salut dan hebat mereka dalam berkomitmen kaya gitu!
Ada yang cowoknya balik ke Indonesia dan dia masih studi di Jepang, ada juga yang ceweknya di Jatinangor cowoknya di Semarang, ada juga tipe kaya gw yang di Jatinangor cowoknya di Bandung. Emang siih deket, tapi kalo terjadi jarak di dalamnya bahkan mengakibatkan pertemuan hanya 1-2x dalam seminggu, tetep ajah namanya LDR ! walaupun ada yang lebih parah yang terpisahkan samudera alias beda benua.
Cewek yang selalu memainkan perasaan dalam segala tindakan (dalam hal ini logika berperan resesif ketimbang perasaan yang dominan) merasa kalau mereka butuh perhatian dan memiliki kerinduan yang amat sangat dengan pasangannya yang berbeda kelamin itu. Bahkan mereka lupa, kalau pasangannya merasakan demikian juga.
Keegoisan itulah yang memiliki persentasi terbesar untuk break, mending break disini istirahat, tetapi disini patah alias putus!
Kekhawatiran cewek yang berlebihan membuat cowok di kampung/kota/propinsi/negara/benua sebelah gerah. Cewek punya makna care, tapi cowok punya makna over. Pertama kali berpisah mungkin menjadikan mereka pangeran yang selalu diperhatikan. Lama-kelamaan dia juga gerah dan merasa seperti diuntit dukun yang pengen banget naro setan ditubuhnya alias ngga bisa lepas!
Give him/her trustness. Atau saling mempercayai. Tapi, kalian juga harus yakin kalo pasangan kalian punya sikap trust-worthyness (dapat dipercaya). Kepercayaan bagi gw hal yang paling penting, walaupun semuanya mendukung satu sama lain dan ngga bisa diabaikan. Kepercayaan elemen yang mendukung banget karena dengan kepercayaan lu ga perlu khawatir dengan pasangan kalian. Kalian percaya dengan pasangan kalian sepenuh hati. Sehingga ngga da lagi yang namanya negative thinking dari salah satu pihak.
Positive thinking mendukung aspek sebelumnya kepercayaan. Dengan pikiran positif kalian akan mempercayai pasangan kalian dengan ikhlas =)
Percaya deh, ngga ada hal yang lebih indah daripada memandang kebaikan. Capek tau mikirin hal-hal yang jelek mulu mana dapet dosa lagi ! hehe.
jadi, jangan percaya yaa LDR itu 98% FAILED
buktikan dong kalo kalian LDR-ers yang berkualitas..
jangan cuma kuantitas pertemuan doang yang banyak! =)
p.s : penulis jadi kangen ma masa SMA dimana ketemu tiap hari di kelas, hehe
Ngga cuma satu-dua orang temen gw yang ngejalanin hubungan kaya gini. Banyak! Banyaaak!!
Salut dan hebat mereka dalam berkomitmen kaya gitu!
Ada yang cowoknya balik ke Indonesia dan dia masih studi di Jepang, ada juga yang ceweknya di Jatinangor cowoknya di Semarang, ada juga tipe kaya gw yang di Jatinangor cowoknya di Bandung. Emang siih deket, tapi kalo terjadi jarak di dalamnya bahkan mengakibatkan pertemuan hanya 1-2x dalam seminggu, tetep ajah namanya LDR ! walaupun ada yang lebih parah yang terpisahkan samudera alias beda benua.
Cewek yang selalu memainkan perasaan dalam segala tindakan (dalam hal ini logika berperan resesif ketimbang perasaan yang dominan) merasa kalau mereka butuh perhatian dan memiliki kerinduan yang amat sangat dengan pasangannya yang berbeda kelamin itu. Bahkan mereka lupa, kalau pasangannya merasakan demikian juga.
Keegoisan itulah yang memiliki persentasi terbesar untuk break, mending break disini istirahat, tetapi disini patah alias putus!
Kekhawatiran cewek yang berlebihan membuat cowok di kampung/kota/propinsi/negara/benua sebelah gerah. Cewek punya makna care, tapi cowok punya makna over. Pertama kali berpisah mungkin menjadikan mereka pangeran yang selalu diperhatikan. Lama-kelamaan dia juga gerah dan merasa seperti diuntit dukun yang pengen banget naro setan ditubuhnya alias ngga bisa lepas!
Give him/her trustness. Atau saling mempercayai. Tapi, kalian juga harus yakin kalo pasangan kalian punya sikap trust-worthyness (dapat dipercaya). Kepercayaan bagi gw hal yang paling penting, walaupun semuanya mendukung satu sama lain dan ngga bisa diabaikan. Kepercayaan elemen yang mendukung banget karena dengan kepercayaan lu ga perlu khawatir dengan pasangan kalian. Kalian percaya dengan pasangan kalian sepenuh hati. Sehingga ngga da lagi yang namanya negative thinking dari salah satu pihak.
Positive thinking mendukung aspek sebelumnya kepercayaan. Dengan pikiran positif kalian akan mempercayai pasangan kalian dengan ikhlas =)
Percaya deh, ngga ada hal yang lebih indah daripada memandang kebaikan. Capek tau mikirin hal-hal yang jelek mulu mana dapet dosa lagi ! hehe.
jadi, jangan percaya yaa LDR itu 98% FAILED
buktikan dong kalo kalian LDR-ers yang berkualitas..
jangan cuma kuantitas pertemuan doang yang banyak! =)
p.s : penulis jadi kangen ma masa SMA dimana ketemu tiap hari di kelas, hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar